Rabu, 28 November 2007

Alm. KH. Rahmat Abdullah ( 1953-2005)

http://www.pks-jaksel.or.id/
Satu lagi tokoh nasional pergi meninggalkan kita. K.H. Rahmat Abdullah, anggota komisi III DPR RI dari Fraksi PK Sejahtera yang pernahmenjabat ketua MPP periode 1999-2005. “Ustadz Rahmat”,begitu beliau biasa dipanggil para muridnya, sedangmenghadiri rapat lembaga tinggi partai di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan. Tugas barunya selakuKetua Badan Penegak Disiplin Organisasi di PK Sejahtera2005-2010 belum sempat ditunaikan.Pada hari Selasa (14/6), ketika menghadiri rapat takada tanda-tanda beliau sakit. Wajahnya cerah sepertibiasa. Namun, ketika beliau berwudhu untuk menunaikanshalat Maghrib, tiba-tiba merasakan sakit di kepala.Beliau sempat diperiksa dr. Agus Kushartoro (DirekturBulan Sabit Merah Indonesia/BSMI) dan dinyatakanterkena stroke.Presiden PK Sejahtera Ir. H. Tifatul Sembiring bersamafungsionaris PK Sejahtera sempat mengantarkan ke RS.Tria Dipa di Pancoran. Karena peralatannya kurangmemadai, beliau segera dibawa ke RS Islam CempakaPutih. Namun, di tengah perjalanan, sekitar pukul19.30 beliau dipanggil Allah SWT. Ustadz Rahmat yangdigelari “Syaikh at Tabiyah” oleh Majalah SABILI(tahun 2001), wafat dalam usia 52 tahun, meninggalkanseorang isteri dan tujuh anak.Almarhum dimakamkan di TPU Bojong Jati Makmur, takjauh dari tempat kediamannya yang asri. Murid daritokoh kharismatik KH. Abdullah Syafi’I (pendiri danpimpinan PonPes Asy Syafi’iyah) itu memang dikenalsederhana, meskipun pengaruhnya amat besar dikalangantokoh-tokoh muda gerakan Islam. Namanya sempat diusungKoalisi Kebangsaan dalam Sidang Umum MPR tahun 2004sebagai alternatif calon Ketua MPR, karena dinilaipaling senior. Namun akhirnya Dr. Hidayat Nur Wahid,MA yang maju dab terpilih sebagai ketua MPR RImengalahkan calon dari Koalisi Kebangsaan.K.H. RAHMAT ABDULLAH dilahirkan di kota Jakarta padatanggal 3 Juli 1953. Putra kedua dari 4 bersaudara inihidup dari keluarga asala Betawi yang sederhana dantaat beragama. Pada usia 11 tahun ia harus menapakihidupnya tanpa asuhan sang ayah, karena saat itu iatelah menjadi seorang anak yatim.Awal pendidikan resminya disamping dididik oleh keduaorang tua, ia memasuki sebuah perguruan Islam yangterkenal di Jakarta, yakni Perguruan Islam AsSyafi’iyah bimbingan KH. Abdullah Syafi’I hinggamenamatkan sekolah Aliyah (tingkat menengah) denganprestasi yang gemilang.Rahmat Abdullah muda sangat berbeda dengan kaum remajaseusianya pada saat itu. Ia taat beribadah, selainmemiliki karakter dan akhlaq yang mulia. Hari-harinyadihabiskan untuk belajar, membaca dan membaca. Bahkan,diusianya yang sangat muda ia telah memposisikandirinya sebagai “guru” di tempat ia menuntut ilmu.Dunia Ilmu adalah dunia yang sangat melekat dalamdirinya. Kegemaran membaca Al Quran dan aneka bukumembuat ia jauh lebih cepat matang dibandingkanremaja-remaja lain pada umumnya. Disaat itulah iamulai banyak membaca karya pemikiran dan perjuangantokoh-tokoh seperti HOS Cokro Aminoto, Moh Natsir,Hasan Al Banna, Sayyid Qutb, Abul A’la Maududi dantokoh-tokoh pergerakan islam lainnya. Disamping iatetap menekuni kitab-kitab klasik (kitab kuning)sebagai warisan sejarah.Kebersihan jiwanya telah mengantarkan Rahmat Abdullahmenjadi pemuda pembelajar cepat yang sangat cemerlangseperti lautan ilmu tanpa menyandang gelar. Iaperpaduan antara khazanah ilmu-ilmu keislaman klasikdan pandangan Islam modern yang tidak dimiliki olehbanyak orang yang berlabel Ustadz.Dunia seni dan sastra sebagai media komunikasi budayajuga merupakan bagian dari dirinya yang tak pernahlepas. Antara bakat dan semangat telah melekat. Iagemar dzikir dan fikir, membaca fenomena alam yangkemudian diekspresikan dalam bentuk produk seni,seperti puisi, esai, butir-butir nasyid dan naskahdrama. Oleh karena itulah banyak orang cendrungmenjulukinya sebagai seorang “budayawan”.Sebagai seraong da’I sejati, ia habiskan waktu, tenagaserta pikirannya untuk kegiatan da’wah. Siang danmalam dilaluinya dengan pengajian demi pengajian tanpamengenal lelah dan keluh kesah. Ia menjadi tempatanak-anak muda berkonsultasi, berbagi rasa, curahanhati tanpa ada batas waktu “pelayan umat”. Itulahperan yang ia mainkan hingga kini.Sebagai seorang Muballigh, ia dikenal memilikikarakter yang khas. Kemampuan retorika tinggi yangdihiasi oleh sentuhan sastra yang acap kali membuatpara pendengar menangis sebagaimana kemampuan iamembangkitkan semangat yang menggelora ketika iamengangkat isu tentang JIHAD.Beliau juga aktif mengisi ceramah di radio dantelevisi. Beliau adalah pengisi rubrik rutin “TitikPandang Rahmat Abdullah” di Radio Dakta Bekasi setiapSabtu jam 06.30 WIB. Di radio ini pula beliaumenggagas rubrik SAMARA yang disiarkan setiap malamrabu.Sebagai seorang penulis, beliau aktif menulis buku danmengisi rubrik dibeberapa majalah Islam sepertimajalah SABILI, ISHLAH, SAKSI, Da’watuna, dan UMMI,TARBAWI. Di majalah yang terakhir inilah beliau secararutin mengisi rubrik Asasiyat yang kemudia olehPustaka Da’watuna diterbitkan menjadi sebuah bukudengan judul “Uktukmu Kader Da’wah” pada tahun 2005.Buku inilah sebagai persembahan terakhir beliau.Awal tahun 80an ia memasuki dunia Harakah Islamiyahyang pada saat itu mulai tumbuh di Indonesia hinggamengantarkan beliau sebagai pakar dalam bidangTARBIYAH (Syaikh at Tarbiyah).Dengan bermodalkan sepeda motor tua ia masuk kampungkeluar kampung, masuk kampus keluar kampus menaburfikrah Islamiyah yang shahih dan syamil. Fikroh danmanhaj da’wah yang didistribusikan ternyata mendapatsambutan yang hangat dari berbagai kalangan yangkemudian menjadi cikal bakal berdirinya PK Sejahtera.Awal tahun 1990 beliau memasuki pengembangan duniapendidikan dan social secara formal, sebagai wujuddari kepeduliannya terhadap lingkungan. Ia mendirikanISLAMIC CENTRE IQRO’ yang bergerak dalam bidangpendidikan, social, dan da’wah di wilayah Pondok Gede,Bekasi, Jawa Barat. Disinilah ia menetap dan disinilahia berekspresi mengembangkan citia citanya melaluikajian-kajian kitab klasik setiap Ahad pagi.Proses perjalanan da’wah yang panjang akhirnya telahmenggiringnya kepada keterlibatan dalam dunia politikyang kini ia geluti. Partai Keadilan yang kemudianberubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera, adalahbagian dari dirinya. Ia salah seorang pendiri daripartai berbasis Islam intelektual itu.Posisi kepemimpinan tinggi dalam partai telah puladijabatnya. Pada periode 2004/2005 beliau menjabatsebagai ketua MPP (Majelis Pertimbangan Partai) dansetelah itu baru saja dikukuhkan sebagai ketua BadanDisiplin Organisasi PK Sejahtera untuk periode2005-2010.Hari hari kehidupannya diwarnai oleh kesibukan yangluar biasa. Mengajar, memberi taujih pada acarakepartaian, ceramah di berbagai stasiun radio dantelevisi, mengisi seminar seminar keislaman diberbagai daerah dan luar negeri, menulis artikel disejumlah media cetak, disamping melakukan lobbypolitik dengan berbagai kalangan. Hingga mautmenjemputnya.SELAMAT JALAN MUJAHID DA’WAHMURIDMU, KADER-KADERMU AKAN MENERUSKAN CITA-CITAPERJUANGANMUALLAHU AKBAR 3 XSumber : Mahfudz SidikDiketik ulang oleh Fajar Martiono

1 komentar:

Abu Nazhifah mengatakan...

Sang Murabbi

Merangkum hati yang terserak
Menggenggam yang terlepas
Meretas gagasan menjadi kenyataan
Menapak jejak tak tergoyahkan
Menatap dengan kesejukan
Menegur dalam cinta
Bersemangat namun syahdu
Diiring doa sunyi
Kami rindu
Haus dahaga tak terperi
Pada sosoknya
Sang murabbi yang dicintai
Masihkah ada?...

(Aa Gun+tari)
http://menantisyahid.blogspot.com
http://mentaridakwah.blogspot.com